Senin, 06 Mei 2013

Ciri kebudayaan Indonesia yang berkepribadian Pancasila


  Pengertian Pancasila

            Pancasila berasal dari kata “panca” dan “sila” yang berarti lima asas. Lahir pertama kali dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1934 dan dikenal dengan istilah PS yaitu Kesusilaan Yang Lima, yang terdapat dalam buku Sutasoma karangan Mpu Tantular yaitu:
           Tidak boleh melakukan kekerasan
           Tidak boleh mencuri
                Tidak boleh dengki
                Tidak boleh bohong
                Tidak boleh mabuk
Yang kemudian disempurnakan dan dilahirkan kembali  secara sah sebagai dasar Negara dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 dan tercantum dalam UUD 1945 pembukaan alinea ke 4. Dengan adanya dasar Negara, suatu bangsa tidak akan terombang ambing dalam menghadapi permasalahan dan dapat menjadi Negara kokoh dan mempunyai arah tujuan yang jelas untuk dicapai.

Makna dari butir-butir Pancasila.

Ø  Ketuhanan Yang Maha Esa
Dengan lambang bintang, bermakna Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang beragama, dengan masyarakat yang beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Meski Bangsa Indonesia memiliki beragam agama dan kepercayaan namun antar pemeluk –pemeluk agama dan penganut- penganut kepercayaan lain tetap saling rukun dan menghormati.
Ø  Kemanusiaan  Yang Adil dan Beradap
Bermakna bahwa antar sesame manusia mempunyai persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban masing-masing. Antar sesama manusia harus selalu menjunjung  tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dengan berlambang rantai, dihaarapkan Indonesia bebeas dari belenggu penjajahan, ketindasan, kesemenamenaan antar sesama manusia.
Ø  Persatuan Indonesia
Mempunyai makna agar Bangsa Indonesia selalu menjaga persatuan dan ksatuan Negara Indonesia dan masyarakat Indonesia selalu cinta dan bangga kepada bangsanya sendiri. Dengan berlambang pohon Beringin, agar masyarakat Indonesia selalu merasa terteduhi, disitu terdapat ketentraman dan persatuan yang kuat dari berbagai macam perbedaan dalam diri Bangsa Indonesia.
Ø  Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Dengan lambangnya yaitu Kepala Kerbau. Bermakna agar masyarakat Indonesia selalu mengutamakan musyawarah sebagai jalan utama Dallam mengambil keputusan bersama. Mempunyai pemimpin yang selalu menggunakan akal budi yang sehat untuk berkoordinasi kepada rakyat dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
Ø  Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Saling menghormati terhadap hak-hak yang dimiliki orang lain. Selau bersikap adil tanpa memandang status atau latar belakang. Dengan lambangnya Padi dan Kapas, diharapkan kemakmuran untuk Bangsa Indonesia yang berhulu dari kesejahteraan pangan dan sandang.

Definisi Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1]Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1]
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.




PANCASILA SEBAGAI ROH KEBUDAYAAN BANGSA INDONESIA

Roh dalam kamus mempunyai pengertian dasar nyawa , yang dapat bermakna sesuatu yang hidup yang tidak berwujud.  Roh juga dapat diartikan sebagai jiwa atau semangat yang memberi sumber kehidupan.
Begitu pula Pancasila yang sebagai roh kebudayaan Bangsa. Pancasila menjadi nyawa untuk Bangsa Indonesia , dan menjadi dasar Negara yang memberi kekuatan bangsa untuk mempertahankan dan memperkokoh tiang Negara.
Pancasila merupakan cerminan dari kebudayaan yang kita miliki. Kebudayaan-kebudayaan kita selalu beralaskan pada butir-butir Pancasila. Sehingga kebudayaan dapat juga sebagai jati diri bangsa yang dapat mewakili kepribadian Bangsa Indonesia.
Wujud kebudayaan dapat menjadi daya pembeda antara kepribadian bangsa satu dengan bangsa lainnya. Banyak kebudayaan –kebudayaan bangsa lain yang masuk ke masyarakat Indonesia. Tetapi menerima begitu saja tanpa memilah-milah atau menyaring mana yang positif dan negatif, mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan karakter dan nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia yang beralaskan Pancasila. Masyarakat perlu diberikan pemahaman, agar dapat menghayati dan mengamalkan dengan tepat mengenai nilai luhur Pancasila dalam kebudayaan Bangsa.  Indikator Pancasila dijadikan sebagai roh kebudayaan Bangsa Indonesia adalah :
       Setiap kebudayaan yang dimiliki Bangsa Indonesia selalu beralaskan Pancasila
       Pancasila sebagai penyaring kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia.
      Pola perilaku yang naampak dalam kebudayaan-kebudayaan Indonesia dapat mewakili kepribadian bangsa.

HUBUNGAN PANCASILA DAN PLURALITAS BUDAYA

Pluralitasme adalah suatu gagasan yang mendorong setiap orang untuk menyadari keberagaman dalam kehidupan, seperti agama, budaya, etnik, ras, social, tradisi dan sebagainya. Dalam Pancasila, pluralitas dipertegas dalam sila ketiga yaitu “Persatuan Indonesia”. Dalam sila tersebut bermakna, meski Bangsa Indonesia adalah bansa yang majemuk, namun disatukan dalam satu Negara yaitu Indonesia. Juga dalam semboyan Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” yang menegaskan meski berbeda-beda tetap satu jua.
Pluralitas budaya sering disamakan dengan istilah multikulturalisme. Keduanya memang mempunyai makna yang mirip. Tetapi multikulturalisme adalah suatu paham yang menganjurkan masyarakat untuk mengganggap keberagaman budaya adalah hal yang memang ada dalah suatu wilayah. Sedangkan pluralitas budaya merupakan suatu gagasan yang mengakui adanya keberagaman budaya.
Pluralitas budaya mempunyai beberapa dampak bagi kehidupan bangsa, baik dampak positif maupun negatif. Dampak positif antara lain bahasa-bahasa daerah yang dapat memberi istilah-istilah baru bagi Bangsa Indonesia. Budaya-budaya daerah yang dapat memperkaya kebudayaan yang dimiliki Indonesia dan teknologi tradisional yang dapat menjadi alternative baru. Sedangkan dampak negatifnya antara lain perbedaan sistem nilai dan orientasi religis yang dapat menimbulkan konflik sosial antar etnik.

                 http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

PENGERTIAN DAN TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR


Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris "The Humanities". Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the htimanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka hams mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi . Hasil penelitiannya 100 % benar dan 100 % salah. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.
2. Ilmu-ilmu Sosial ( social science )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hash penelitiannya tidak mungkin 100 % benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.
3. Pengetahuan budaya ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Pengetahuan budaya ( The Humanities ) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup kcahlian (disiplin) scni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kcahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dll. Sedang Ilmu Budaya Dasat ( Basic Humanities ) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain Ilmu Budaya dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa Inggris disebut dengan Basic Humanities. Pengetahuan budaya dalam bahasa inggris disebut dengan istilah the humanities. pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk betbudaya ( homo humanus ), sedangkan Ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian jelaslah bahwa mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities). akan tetapi ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cam memperluas wawasan pemikiran serta kemarnpuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bane, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemánusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.

SUMBER : dimazmarham.blogspot.com

Jumat, 15 Februari 2013

Lakukan Dengan Hati


Pasti udah pernah denger kata-kata ini “Lakukan semua dengan hati maka hasilya pasti akan luar biasa”.Kata-kata inilah yang gua pegang terus setiap gua melakukan hal.
Kenapa harus pake hati sih? Ya karena semua yang awalnya dari hati tuh pasti gak akan ternilai harganya, takkan terukur luasnya dan takkan terbayangkan indahnya.Banyak sekali kejadian-kejadian yang mengenai masalah ini terjadi di sekitar kita.Banyak orang yang tidak menggunakan hatinya dalam melakukan hal-hal yang padahal itu sangat vital misalnya menyangkut masa depannya.
Kita ambil contoh dalam pemilihan jurusan anak-anak kuliah.Gua ambil kuliah karena pada saat itu kita udah dewasa jadi udah seharusnya kita bisa nentuin pilihan kita dengan hati kita,agar kita bisa melakukannya dengan baik dan membaikan hidup kita.Banyak banget kan anak-anak kuliah yang di atur orang tuanya dalam memilih jurusan.Padahal jurusan itu sangat gak cocok sama mereka.Orang tua hanya melihat dari aspek peluang kerja dari jurusan itu saja tapi gak mau melihat potensi dari anaknya itu sendiri.Menurut gua ini salah banget.Mungkin dampaknya gak akan terlihat langsung.Tapi banyak juga sih yang bisa dilihat langsung dari perkuliahannya.
Ada 2 tipa dampak yang kuliahnya tidak dengan hatinya.Yang pertama yaitu dampaknya langsung,kenapa langsung? Karena ketika anak itu kuliah bisa di lihat dari nilai dan kehadiran anak itu pasti kacau.Karena pas kuliah dia merasa ini bukan dunia dia.Dia ngerasa gak nyaman dan efeknya pun langsung terlihat.Yang kedua itu adalah orang yang memeng gak pernah bisa melawan keinginan orang tua.Anak tipe ini pasti akan memaksakan kuliah walaupun mereka tidak terlalu menyukai dunia kuliahnya.Mereka akan tetep belajar walaupun gak melakukannya dengan hati.Dia bakal bisa tetep dapet nilai yang bagus.Karena nilai itukan hanya masalah belajar, Klo kalian belajar yang pasti nilai bagus.Tapi apalah arti nilai itu kalo semua gak di lakukan dengan hati.dDia hanya akan mengikuti alur pelajaran tanpa ada pengembangan karena memang itu bukan wilayah yang dia inginkan.Ini adalah masalah yang besar,kenapa? Karena tipe ini dampaknya akan terlihat jangka panjang,yaitu pada saat dia lulus kuliah.Dia pasti lulus denag nilai yang baik,secara dia belajar dengan baik.Tapi apa? Ketika dia mau kerja dia gak tau harus kerja apa? Dia gak tau kerjanya kaya apa? Karena yang dia punya hanyalah niali bagus dari hasil belajar yang gak pake hati.Cuma bawa nilai hasil pelajaran yang padahal di dunia lepas pelajarannya itu gak terlalu banyak di gunakan. Yang digunakan adalah pengembangan dari ilmu yang di pelajarinya tersebut.Bagaimana dia mau ngembangin kalo selama kuliah dia hanya berfikir dapet nilai bagus supaya orang tuanya mikir kalo dia itu udah kuliah dengan baik. Karena pekerjaan terberat adalah melakukan pekerjaan yang kita tidak senangi.
Jadi mulailah kalian yang terbelenggu oleh keinginan yang terutama adalah keinginan orang tua.Mulailah ungkapkan apa yang kalian mau,lepaskan semua belenggu keingina orang tua.Yakinkan mereka dengan piliha kalian.Kalo sukses itu bukan masalah jurusan kalian kok.Sukses itu mengenai seberapa totalitas, memalukannya dengan hati,pengorbanan dan do’a.Jadi gak perlu takut mengungkapkan keinginan kalian tapi dengan syarat kalian juga bisa bertangguang jawab atas apa yang kalin pilih J.  

Sabtu, 29 Desember 2012

PROPOSAL PENELITIAN


BAB I
A.JUDUL PENELITIAN     
Masyarakat Yang Cenderung Bersifat Konsumtif Terhadap Perkembangan Teknologi
B.PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada masa ini teknologi bukanlah sesuatu yang tabu bagi masyarakat, mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas, dan dari yang muda sampai yang tua semua mengunakan teknologi sebagai kebutuhan sehari-hari. Teknologi sangat berkembang pesat belakangan ini, karena kebutuhan masyarakat akan kecepatan dan efisiensi terhadap sesuatu, dengan ini teknologi dapat membuat hal itu menjadi nyata. Namun di sisi lain teknologi juga berdampak negatif, salah satunya adalah kecenderungan masyarakat yang bersifat konsumtif terhadap perkenbangan teknologi, ini yang menjadikan Negara Indonesia tertinggal dari Negara lain yang cenderung lebih produktif dalam menanggapi perkembangan teknologi. Masyarakat Indonesia hanya membeli gadget canggih sebagai suatu alat untuk menampilkan kemewahan bukan untuk di gunakan secara maksimal. Orang-orang kaya berlomba membeli gadget terbaru hanya untuk mengikuti trend yang ada. Sebenarnya hal tersebut sangatlah memperihatinkan, mengingat warga Indonesia belum sepenuhnya sejahtera. Dengan hal ini, kesenjangan sosial pun semakin terlihat jelas. Dan yang lebih parahnya lagi adalah masyarakat yang kurang mampu menjadi ikut bersifat komsumtif pula, dan melakukan segala hal untuk memenuhi hasrat konsumtifnya tersebut. Berbeda dengan Negara lain yang masyarakatnya lebih waspada terhadap perkembangan teknologi, mereka membeli gadget canggih bukan untuk barang perhiasan tetapi memang karena kebutuhan mereka. Hal inilah yang menjadikan Negara-negara maju yang perkembangan teknologinya lebih berkembang menjadikan Indonesia sebagai pasar yang sangat subur, karena masyarakatnya sangat mudah untuk diiming-imingi dengan kecanggihan teknologi dan tidak terlalu mementingkan harga. Sangat ironis memang jika dilihat dari segi ekonomi yang belum baik tetapi kecenderunganya bersifat komsumtif, inilah yang menarik untuk diangkat dan dibahas dalam sebuah penelitian lebih lanjut demi terciptanya masyarakat yang cerdas dan paham akan teknologi, bukan hanya menggunakannya saja, tetapi juga berfikir untuk dapat menciptakan dan mengembangkannya.

Fenomena
            Saat ini, masyarakat dunia khususnya Indonesia sedang mengalami demam teknologi. Setiap orang memiliki lebih dari satu smartphone, tablet, atau pun laptop. Barang-barang gadget itupun sudah menjadi barang kebutuhan sehari-hari, walaupun penggunaannya tidak maksimal. Mengapa dikatakan tidak maksimal? Ini karena banyak masyarakat yang menggunakan gadget-gadget canggih dan mahal tetapi hanya digunakan untuk mengakses jejaring sosial, chat, telepon dan sms saja yang padahal dapat dilakukan oleh gadget yang biasa-biasa saja. Karena pada saat ini hal sperti itu sudah bisa dilakukan oleh gadget yang murah sekalipun dan tidak membutuhkan gadget yang mahal dan canggih. Mengapa demikian? Karena memang masyarakat Indonesia sangat berkecenderungan untuk memiliki gadget sebagai ajang adu gengsi, bukan lagi untuk pengunaan yang sesuai, padahal gadget-gadget canggih itu memiliki kemampuan yang sangat banyak dan bermanfaat jika memang digunakan dengan semestinya. Setiap gadget baru muncul hampir sebagian besar masyarakat berduyun-duyun membelinya dari mulai ekonomi tinggi bahkan ekonomi rendah. Inilah yang menjadikan Indonesia sebagai pasar yang sangat baik bagi para pengembang teknologi di dunia. Jika dibandingkan dengan Negara luar yang masyarakatnya hanya menggunakan gadget biasa untuk berkomunikasi, karna memang kebutuhan mereka hanya sebatas komunikasi dan browsing yang tidak membutuhkan gadget canggih. Hal ini patut dicontoh karena selain efisiensi pengeluaran biaya, hal tersebut juga dapat untuk mendidik masyarakat agar dapat berfikir cerdas terhadap perkembangan teknologi. Padahal perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memajukan bangsa Indonesia jika masyarakat lebih berfikir produktif daripada konsumtif terhadap perkembangan teknologi.

Perumusan Masalah
1.Apa penyebab masyarakat cenderung bersifat komsumtif terhadap teknologi ?
2.Apa akibat dari kecenderungan sifat konsumtif tersebut?
3.Bisakah kecenderungan itu di minimalisir atau bahkan di hilangkan?
4.Bagaimana solusi dari permasalahan tersebut?
5.Bagaimanakah langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut?
BAB II
Teori-Teori Yang Dipakai
1. Teknologi Informasi adalah teknologi yang mampu membantu manusia untuk melakukan pekerjaan mereka. Teknologi Informasi (Information Technology) merupakan dari bahasa latin ‘texere’ atau yang berarti membangun. Teknologi sebenarnya memiliki 2 aspek penting, yaiut hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak).

Dari kedua komponen tersebut, mereka saling berkaitan satu sama lain yang berguna untuk bekerja sama menciptakan sebuah teknologi informasi. Namun Teknologi lebih dominan pada hardware atau perangkat keras, namun software juga memiliki peranan yang sangat penting.


2. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengatakan perilaku konsumtif adalah kencenderungan manusia untuk menggunakan konsumsi tanpa batas dan manusia lebih mementingkan faktor keinginan dari pada kebutuhan.












Kerangka Penelitian
Untuk menangani masalah kecenderungan masyarakat yang bersifat konsumtif  ini kita perlu membuat sebuah solusi yang nyata agar masalah ini tidak belanjut, yaitu dengan meningkatkan kualitas pendidikan agar sumberdaya manusia di Indonesia ini agar lebih baik, khususnya menggencarkan pendidikan mengenai teknologi karena saat ini semua sektor sudah berbasiskan teknologi oleh karena itu teknologi ini adalah salah satu bagian penting yang harus menjadi pertimbangan. Selain itu juga pemerintah harus memperhatikan anak-anak bangsa yang berprestasi dan memberikan fasilitas untuk mengembangkan keahlian mereka, karena sangat banyak sekali anak bangsa yang memiliki potensi besar dan perlu di perhatikan, jika melihat kondisi sekarang ini masyarakat hanya lebih percaya tehadap teknologi ciptaan luar daripada ciptaan Indonesia ini,yang pada kenyataannya tidak kalah bagus. Maka dari itu perlu diciptakan kepercayaan terhadap kualitas anak bangsa karena jika bukan kita sendiri yang percaya siapa lagi yang mau percaya?. Untuk mewujudkan itu semua perlu di tingkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan mutu guru, fasilitas, nilai keagamaan dan penanaman jiwa kebangsaan yang kuat sejak dini. Selain itu juga harus di tingkatkan mengenai beasiswa untuk anak yang kurang mampu agar setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan untuk membangun bangsa ini dan juga untuk dapat diakui.











BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Data Penelitian
1.Sumber data
Data bersumber dari majalah, Koran ,pendapat para ahli dan juga wawancara terhadap masyarakat di lingkungan sekitar.
2.Tipe data
Data berupa kumpulan artikel dan laporan berita media masa yang dikutip dan dikumpulkan, selain itu ada data tambahan yang berupa wawancara lisan terhadap lingkungan sekitar.
Cara Pengumpulan data
Data diperoleh dari media-media masa yang memuat berita mengenai penjualan gadget di Indonesia,pendapat para ahli dan juga dengan melakukan survey terhadap lingkungan masyarakat sekitar.